Mengenang “Kartini” Dalam Kegamangan Jaman

Oleh : Drs. Solihin

“Wanita tak lebih dari seorang budak bahkan lebih buruk dari budak.Laki-laki tidak hanya menginginkan wanita sebagai budak biasa tapi budak yang terbaik yang dapat melayani majikannya sesuai dengan kemauannya”
(Jhon Stuart Mill,in “The Subjection of Woman”.)

“Ibu kita kaltini,putli sejati,putli indonetia,alum namanya”.Hanya sepenggal itulah yang dapat dinyanyikan oleh si bungsuku disuatu sore sehabis melihat iklan peringatan Hari kartini di Televisi.lalu serta merta dia bertanya kepada Mamanya,”Ma’,bu kaltini itu siapa ma ? ,lumahnya dimana si ma ? olangnya baik ya? Pertanyaan-pertanyaan polos itu terus saja meluncur tanpa menunggu jawaban sang Mama. Sang mamapun kelimpungan menjawabnya.
Lanjut membaca

WAH ….ASYIKNYA BELAJAR PAKAI KORAN

Warga Belajar

Warga belajar koran Ibu

Ee..e..salah kamu membaca nya.

Masa MARGA MAKMUR dibaca MARGA MAKUR. …” kata ibu Baseriah menegur adiknya ibu Rogeiyah.

Itulah sepenggal dialog warga belajar keaksaraan koran ibu.Selain mereka membuat Koran , ibu-ibu peserta pembelajaran keaksaraan mandiri program Koran ibu yang dilaksanakan di Dusun Marga Makmur Desa Empang bawa oleh PKBM Mandiri Desa Jotang, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat, juga belajar dari menggunakan isi Koran. Mengapa demikian? Karena tidak semua warga belajar lancar menulis dan berhitung. Maka dengan bahan bacaan yang ada dikoran dila mengas mereka dapat belajar emi peningkatan kapasitas dan kemampuan mereka yang diharapkan mereka dapat mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya.

“ Asyik juga ya, belajar lewat Koran.” Kata ibu Siti Aisyah salah seorang warga belajar. Ibu ini mengalami pernah mengalami penyakit struk sehingga tangannya tidak bisa untuk menulis, walau demikian semangat belajarnya sangat tinggi. “saya baru sekarang membaca lagi.saya senang karena belajar bersama-sama ibu yang lainnya. Kami bisa tertawa,bercanda, apalagi kalau melihat teman membaca dengan mengeja. Lucu….pokoknya asyik.” Ujar ibu ini lagi . Seperti diceritkan oleh Maryam salah seorng tutor.