Author : Melvi Yendra
Indonesia memiliki banyak orang-orang baik yang layak menjadi teladan. Mereka adalah insan-insan yang memiliki jiwa besar dan hati adiluhung yang berjuang demikian tulus untuk sesama.
VIVAnews – Perjuangan untuk kemanusiaan tidak bisa dilakukan hanya oleh satu-dua lembaga. Indonesia tetap membutuhkan kehadiran individu-individu yang hebat dan mulia sebagai mitra perjuangan.
Tahun ini, Dompet Dhuafa kembali mengadakan Dompet Dhuafa Award 2010. Penghargaan akan diberikan kepada kepada insan-insan penuh dedikasi yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk orang lain.
Adalah seorang lelaki tua bernama Daeng Abu (70), yang tinggal di sebuah pulau kecil bernama Pulau Cangke, 100 kilometer dari bibir pantai Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk menuju ke sana, perlu waktu 2,5 jam menggunakan perahu motor.
Daeng Abu mendiami Pulau Cangke yang saat itu masih kosong bersama istrinya tahun 1970-an. Melihat pulau yang kering kerontang, dia mulai menanaminya dengan pohon cemara laut dan berbagai tumbuhan hijau lain.
Kini, setelah 40 tahun, Pulau Cangke adalah salah satu pulau hijau, bak hutan kecil di tengah laut yang menjadi tempat penyu bertelur secara alami dan rumah bagi ribuan spesies burung.
Daeng Abu adalah seorang tunanetra. Namun, tiap hari Daeng Abu mengawasi semua tanaman di Pulau Cangke dan suka mengingatkan para nelayan yang singgah untuk menjaga kebersihan pulau.
Selain Daeng Abu, ada seorang insan berhati mulia lain asal Sumedang. Dia perempuan yang sudah lumpuh selama 22 tahun, namun tetap gigih mengajar anak-anak di daerahnya. Een Sukaesih (46), sebelum lumpuh, adalah CPNS di sebuah SMA di Sumedang.
Namun, tiba-tiba tangan dan kakinya lemas dan tidak bisa bergerak, hingga sekarang. Saat itu, murid-muridnya selalu datang ke rumah untuk mengerjakan PR, dan hingga kini, puluhan anak memadati kamarnya yang berukuran 2 x 3 meter untuk belajar. Dinding kamar Een dipenuhi coretan berisi catatan pelajaran.
Een adalah lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan D3 di IKIP Bandung (kini UPI Bandung). Namun, takdir membuatnya menjalani profesi guru dengan kondisi lumpuh.
Malam ini, Jumat 2 Juli 2010, pukul 19.00 WIB, bertempat di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Dompet Dhuafa mengadakan Malam Penghargaan Dompet Dhuafa Award 2010, yang akan memberikan penghargaan kepada insan-insan berhati luar biasa seperti Daeng Abu dan Een Sukaesih.
DD memberikan penghargaan dalam berbagai kategori untuk korporasi, special award, dan individu. Untuk korporasi, DD akan memberikan penghargaan dalam kategori pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan tanggap bencana.
Untuk special award, DD akan memberikan dua penghargaan untuk kategori “Brave Journalist in Humanity”, dan “Inspiring TV Program”. Dan, untuk individu DD memberikan penghargaan dalam kategori pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan. (adi)
• VIVAnews